Pasraman Kilat di SMA Negeri 6 Denpasar resmi dibuka pada hari ini, menandai dimulainya program intensif bagi siswa-siswi kelas X dan XI untuk mendalami kekayaan budaya Bali. Acara pembukaan berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Denpasar, dan dihadiri oleh jajaran Wakil Kepala Sekolah, seluruh panitia, serta antusiasme tinggi dari para peserta.

Hari pertama Pasraman Kilat langsung diisi dengan beragam materi yang memperkaya pemahaman siswa tentang nilai-nilai dan seni budaya Bali. Sesi diawali dengan Dharma Wacana yang disampaikan oleh Ni Kadek Supadmini, S.Ag., M.Pd.H., seorang Dosen dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Dalam materinya yang bertajuk “Nilai-nilai Karakter Religius melalui Upacara Agama Hindu”, peserta diajak untuk memahami esensi spiritual di balik setiap ritual keagamaan Hindu.

Setelah sesi teori, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti lokakarya praktik. Kelompok pertama belajar Mejejahitan, khususnya membuat sampian gantung, di bawah bimbingan oleh Bu Wulan dan Bu Meita. Sementara itu, kelompok lain antusias belajar Membuat Karawista dan Kalpika bersama Pak Agung Pujana dan Pak Abdi.

Seni pertunjukan juga tak luput dari agenda hari ini. Para siswa mendalami Tari Sakral Keagamaan Hindu yang diajarkan oleh Bu Wahyu. Selain itu, kreativitas siswa diasah melalui materi Membuat Baligrafi bersama Pak Nurbawa. Hari pertama ditutup dengan sesi Dharma Gita, di mana peserta diajak mendalami Kidung Warga Sari yang dibimbing oleh Pak Agus dan Bu Toyantari

Pembukaan dan serangkaian kegiatan Pasraman Kilat ini menunjukkan komitmen SMAN 6 Denpasar dalam melestarikan budaya Bali di kalangan generasi muda. Diharapkan, melalui program ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang akan memperkuat identitas budaya mereka.

Pasraman Kilat SMAN 6 Denpasar Resmi Dibuka, Siswa Selami Budaya Bali Sejak Hari Pertama